Menerka Keabadian
Listrik padam tepat pukul satu tiga puluh
;sebelum anjing-anjing menggonggong panjang
;setelah kau melakoni kultus saban malam,
mendoakan para almarhumah
Di atas dipan dan di bawah gelap
kau tengah membaringkan doa sebelum menerka
tubuh siapa yang diletakkan Tuhan
ke dalam doa-doamu untuk mengenang
pada saban malam berikutnya
RIP
Di tempat yang lapang
manusia-manusia saling menyabarkan
dengan menepuk pundak agar ikhlas,
mengusap mata agar sabar
Di tempat yang lapang,
manusia-manusia mendaraskan litani
makan maka makam
makam maka makan
maka makan makam
berulangkali;
tersera-sera,
abadi!
Memoriam
Untuk mereka yang pergi dan kita yang tinggal:
Mendoakan adalah mengenang
di bumi
seperti di dalam Surga
Amin!
Abadi
(Pergilah kita diutus,)
Amin.
*Berry Unggas, suka mendengar lagu Kunto Aji dan Sal Priadi!

Komentar
Posting Komentar