Kultus
Sekotah air menghunjam kuat-kuat. Tanpa aba-aba, di atas bibir-bibirmu yang menggigil. Kau sebut itu kecupan pertama; kultus bagi inginmu yang harus lebih sabar dari tabah.
Dalam hening, sedemikian saksama, kau menggigit dingin di bibirmu. Kau bangun monolog syahdu, menyusun ujud dengan semoga ranum.
"Yang pertama telah menyiapkan jalan bagi yang kedua," hardikmu.
Maka termasyhurlah doa dari bibir-bibirmu yang perawan itu. Terbahana pada banyak telinga, sebab sekotah air telah menjelma ladang yang subur bagi keindahan yang tidak tergesa-tergesa.
Kelahiran
Para lelaki tidak melihat apa-apa. Mereka hanya dapat menerka, lebih banyak menghitung
bahwa di setiap bunyi detak jantung ibu, ada rasa takut dan doa yang berjalan beriringan.
Semoga
Mencintaimu adalah sepatah dua kata
yang tidak dapat diterka,
panjang atau pendek naskahnya.
Mencintaimu adalah menjaga
yang pada dalam isinya,
terdapat banyak khawatir dan semoga.
Perjalanan
Kau berharap menemukan suka
di antara dada dan kelamin yang telanjang
di balik keringat yang penuh amarah
dan dosa-dosa yang kau tafsir sebagai doa
Kau berusaha menemukan cinta
di antara lebam sekujur tubuh
di balik larangan-larangan beruntun
dan mulut-mulut yang dibungkam
Kau berharap menemukan suka;
menemukan cinta
Pada tempat yang tidak pernah selesai
Pada rumah yang tidak pernah dibangun
Komentar
Posting Komentar