Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Berry Unggas

Puisi-Puisi Berry Unggas




Kekasih

Tengadahlah kau ke langit kekasih!

Apa yang tidak mampu kau lihat adalah segala sabar;
jarak yang terbentang,
rindu yang yang tidak pernah tuntas
dalam semoga sua yang selalu diakhiri amin.

Dahi yang mengerut di atas alis yang runcing
Tangan yang mengatup dalam ujud yang panjang
Bibir yang sabar mengucap Tuhan yang agung

adalah segala tabah; bentuk pasrah paling romantis sejauh ini, kekasih!

Malam Hari sampai Dini

Di malam yang hampir dini,
Seorang perempuan menulis dari kegelisahan

“yang gelap hati, yang sepi tubuh, dan yang riuh hanya kepala”

Setelah menulis demikian,
Ia tertidur dengan pulas

Pada malam berikutnya yang juga hampir dini,
Perempuan itu tengah memikirkan kata yang baik untuk ditulis

“hati, tubuh, dan kepala riuh sekali. Yang sepi adalah tulisan”

Malam ini, ia tidak menulis dari kegelisahan
Ia menyusun kalimat dari ciuman-ciuman panjang sampai dini!


Komentar