Anak Pertama
Alangkah tidak baiknya hari saya bila selalu diisidengan gelisah-gelisah
Mempertanyakan rencana Tuhan
kapan segalanya selesai: kuliah dan kekasih?
Bukankah lebih baik dari mengeluh yang melulu,
hari ini saya membaca sebuah buku dan menulis sebuah naskah
lalu kedua buah itu menikah dan kawin
mengandung anak pertama mereka
yang kemudian saya beri nama puisi?
Solilokui
Malam itu ia siap sekali untuk menulis. Pena dan kertas sudah disiapkan setelah niatnya tiba, dua jam sebelum sekarang. Ia terjebak dalam memilih semat untuk memulai, apakah dengan kekasih atau cukup dengan puan saja?Sampai pada datang kantuknya, penanya tidak menoreh satu huruf, apalagi dua lalu tiga sekaligus.
Rupanya ia hanya selesai dengan narasi dirinya; yang kosong dan hampa, tanpa dihuni!
Maumere, 1 Oktober 2019

Semangat selalu Berry.... sangat bagus puisi'mu.
BalasHapusTerima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini🙏
BalasHapus