Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Mengapa Kita Tidak Harus Mengutuki Jarak?

Mengapa Kita Tidak Harus Mengutuki Jarak? Saya tidak sedang merindukan apa-apa, tetapi sekaligus tidak menolak kedatangan hujan sejak dua hari belakangan ini. Saya tidak ingat betul kapan terakhir kali ia bertandang di kota ini. Seketika, orang-orang ramai merayakannya, membuat story  dan postingan  yang cantik. Barangkali benar, ketika hujan turun, bertunas lah sajak dan puisi para cucu Sapardi. Saya menikmatinya, seperti biasanya. Sering, saya melakukan hal yang sama. Hanya saja hari ini, kepala saya sedang dihuni pertanyaan besar, yang sudah saya renungi sejak beberapa hari yang lalu.  Mengapa kita tidak harus mengutuki jarak? *** Saya pernah bertemu seorang ibu yang ditinggalkan suaminya untuk selama. Perjumpaan tidak sengaja itu terjadi di dalam sebuah perjalanan jauh menuju suatu tempat. Ia ingin bertemu anaknya sementara saya datang untuk memperpendek jarak dengan seorang kekasih. Kami datang dengan bekal yang sama, kerinduan namanya....

Puisi-puisi Berry Unggas

Keluarga Langit Subuh tadi, anak langit  merajuk. Sepulangnya ibu langit dari kepergian yang fana, ia hanya membawa gula-gula kesepian padahal anaknya itu hanya mengharap hening. Anak Langit menangis lama sekali, dalam rupa patah yang telah menjelma banyak rupa; lelah yang dalam, runtuh yang putus asa, dan cemburu yang kian menjadi asing. Ia mengaduh kepada bapak langit yang tengah merokok karena gelisah dan gundah yang terbelit sebab cinta yang ia sampaikan lupa alamatnya teruntuk dan telah membuat ia dan ibu langit saling mengutuk. Ibu langit pulang dengan mimpi yang jatuh; bapak langit menyambutnya dengan kesiaa-siaan belaka. Mereka bertiga menangis.  Air matanya jatuh ke bumi, membuat kita harus berteduh di bawah payung yang terlebih dahulu telah menjadikan kita tiada! Sembahyang Ketika saya meminta keindahan Tuhan memberi saya patah Ketika hampir saja menyerah Tuhan memberi saya pertemuan Sejenak, Tuhan memberi saya jarak Supaya saya tah...