Sumber: Gambar Ilustasi Impet e . Sudah lama sekali tidak bertemu. Beberapa kali perjumpaan hanya via hp. Tapi itu tidak pernah benar-benar menghilangkan dahaga. Barangkali benar seperti yang om Candra Malik bilang kalo “aroma tubuh, dari jiwa yang rapuh, melebihi rindu, melampaui waktu. Berpelukan, untuk itulah kita dipertemukan. ” Tapi, sa tetap temukan hikmah di balik setiap situasi e. Seandainya dulu kita tidak pernah memilih jarak, apakah perayaan bagi pertemuan tetap istimewa seperti dua kali dalam setahun sebagaimana yang kita rayakan selama ini ka ? Saya tidak begitu yakin untuk mengiyakan itu pertanyaan ta , sebab syukur dalam bentuk yang berbeda tetap menghasilkan makna yang berbeda juga. Sekurang-kurangnya begini, kita bisa lebih mendekatkan diri pada Yang Esa. Karena “hidup adalah doa yang luas” seperti alm. Sapardi bilang. Kita belajar bahwa doa adalah cara memeluk dari jauh,...
Hari ini, saya menulis dari usia-usia yang belum selesai. Kelak, tulisan-tulisan yang menjaga usia-usia saya!