Menerka Keabadian Listrik padam tepat pukul satu tiga puluh ;sebelum anjing-anjing menggonggong panjang ;setelah kau melakoni kultus saban malam, mendoakan para almarhumah Di atas dipan dan di bawah gelap kau tengah membaringkan doa sebelum menerka tubuh siapa yang diletakkan Tuhan ke dalam doa-doamu untuk mengenang pada saban malam berikutnya RIP Di tempat yang lapang manusia-manusia saling menyabarkan dengan menepuk pundak agar ikhlas, mengusap mata agar sabar Di tempat yang lapang, manusia-manusia mendaraskan litani makan maka makam makam maka makan maka makan makam berulangkali; tersera-sera, abadi! Memoriam Untuk mereka yang pergi dan kita yang tinggal: Mendoakan adalah mengenang di bumi seperti di dalam Surga Amin! Abadi ( Pergilah kita diutus, ) Amin. *Berry Unggas, suka mendengar lagu Kunto Aji dan Sal Priadi!
Hari ini, saya menulis dari usia-usia yang belum selesai. Kelak, tulisan-tulisan yang menjaga usia-usia saya!