Puisi-Puisi Berry Unggas Kekasih Tengadahlah kau ke langit kekasih! Apa yang tidak mampu kau lihat adalah segala sabar; jarak yang terbentang, rindu yang yang tidak pernah tuntas dalam semoga sua yang selalu diakhiri amin. Dahi yang mengerut di atas alis yang runcing Tangan yang mengatup dalam ujud yang panjang Bibir yang sabar mengucap Tuhan yang agung adalah segala tabah; bentuk pasrah paling romantis sejauh ini, kekasih! Malam Hari sampai Dini Di malam yang hampir dini, Seorang perempuan menulis dari kegelisahan “yang gelap hati, yang sepi tubuh, dan yang riuh hanya kepala” Setelah menulis demikian, Ia tertidur dengan pulas Pada malam berikutnya yang juga hampir dini, Perempuan itu tengah memikirkan kata yang baik untuk ditulis “hati, tubuh, dan kepala riuh sekali. Yang sepi adalah tulisan” Malam ini, ia tidak menulis dari kegelisahan Ia menyusun kalimat dari ciuman-ciuman panjang sampai dini!
Hari ini, saya menulis dari usia-usia yang belum selesai. Kelak, tulisan-tulisan yang menjaga usia-usia saya!