Anak Pertama Alangkah tidak baiknya hari saya bila selalu diisi dengan gelisah-gelisah Mempertanyakan rencana Tuhan kapan segalanya selesai: kuliah dan kekasih? Bukankah lebih baik dari mengeluh yang melulu, hari ini saya membaca sebuah buku dan menulis sebuah naskah lalu kedua buah itu menikah dan kawin mengandung anak pertama mereka yang kemudian saya beri nama puisi? Solilokui Malam itu ia siap sekali untuk menulis. Pena dan kertas sudah disiapkan setelah niatnya tiba, dua jam sebelum sekarang. Ia terjebak dalam memilih semat untuk memulai, apakah dengan kekasih atau cukup dengan puan saja? Sampai pada datang kantuknya, penanya tidak menoreh satu huruf, apalagi dua lalu tiga sekaligus. Rupanya ia hanya selesai dengan narasi dirinya; yang kosong dan hampa, tanpa dihuni! Maumere, 1 Oktober 2019
Hari ini, saya menulis dari usia-usia yang belum selesai. Kelak, tulisan-tulisan yang menjaga usia-usia saya!